aku terdampar...!!!!
it's my new and exiting experience...
Sebelumnya aku & teman" Sahabat Walhi observasi di Marunda di teluk jakarta.. banyak ilmu yang didapat dari sana... ilmu yang tidak pernah bisa di dapat di bangku sekolah manapun... salah satu wise word yang aku dapat dari salah satu nelayan disana adalah "jadikan tontonan sebuah tuntunan" dimana kita harus slalu bijak ketika melihat setiap hal yang ada di muka bumi ini dan carilah hikmah dari hal tersebut.... (hingga suatu saat nanti aku mungkin akan mendapatkan kata-kata ini lagi..)...
Selesai observasi.. jam 7 malam kita berangkat menuju laut lepas... dimana jakarta terlihat indah dengan gemilau lampunya... yang tak akan menang dari gemilau kerlip berjuta-juta bintang dilangit. Semakin jauh dari daratan kerlip bintang semakin banyak dan bersinar... subhanallah satu kata yang slalu kusebut sepanjang malam itu, diiringi dengan suara ombak laut yang selalu terdengar tenang.
Ditengah perjalanan, tiba" mesin perahu kami berhenti..!! perahu berjalan mundur dan terbawa ombak yang besar... astagfirullah... sebuah kata yang seketika terucap... takut & panik.. bukan karena kematian, tapi karna rasa dosa ku lebih banyak daripada pahala yang pernah kudapat, lalu siapkah aku dengan hal ini?? perahu terhenti karna terkait jaring nelayan perahu yang lain, dengan sangat terpaksa jaring harus di potong untuk bisa melanjutkan perjalanan...serasa ada sebuah pembajakan, perahu kami di pegang oleh kru perahu nelayan lain karena jaring mereka yang sobek oleh kami dan kami harus menggantinya, kalau tidak, perahu kami tidak akan dilepaskan, setelah negoisasi panjang dan agar tidak terlalu lama di tengah laut, kami pun membayar sesuai yang mereka minta.
10.30 malam akhirnya kita terdampar di pulau Damar, pulau tak berpenghuni dan sangat sepi dengan hutan yang masih alami... kami tidur dipinggir pantai beratapkan berjuta bintang dilangit yang slalu menemani... saat itu seakan yang kuasa berkata "aku selalu bersamamu" sehingga tak ada rasa takut ataupun gusar ketika beristirahat di pulau itu. Ya.. aku percaya "innallah ma'ana..."
Sinar pagi begitu indah dan berseri siap menemani kami tuk berpetualang lagi melihat indahnya alam yang diciptakan Yang Maha Kuasa agar kita bisa selalu bersyukur atas segalanya, karna DIA slalu memberi apa yang tidak kita minta... dan DIA menciptakan semua dengan begitu sempurna... beratus kata terngiang di kepala ketika melihat alam yang begitu indah dari menara mercusuar yang masih tegak berdiri selama 129 tahun..semenjak th 1879. Yang Kuasa selalu menjaganya agar setiap orang yang datang dan melihat dari atas bisa bersyukur atas alam dan keindahan yang diciptakan.... Subhanallah....

Lalu kami menemukan gedung tua didalam hutan... yang sudah hancur dan sangat tua.. tapi masih memancarkan keindahan, keunikan, dan kelangkaan, it's so exotic... nilai seni yang amat tinggi dan tak pernah terkalahkan...ketika rumah dan pohon menyatu dengan akarnya... beribu pertanyaan muncul dikepala... dan tak pernah terjawab oleh siapapun... satu kata lagi yang kuucap... Subhanallah...

Waktu pun berlalu begitu cepatnya...dan kami harus kembali ke daratan. Seakan tak ingin pergi dari pulau yang indah itu... ketika ku meliat sekeliling knapa manusia tak bisa bersyukur atas keindahan yang diberikan ini??? sedih melihat sampah berserakan di pulau itu...
Perahu terus menuju daratan.... laut masih begitu indah, ombak memiliki corak yang unik dan bergelombang dengan begitu lembutnya... semakin mendekati jakarta, laut itu tak sebiru laut di sana... minyak limbah, sampah, air laut menyatu... dengan mata telanjang pun bisa terlihat perbedaan warna air laut di jakarta... sekelilinngnya kini sudah sangat tercemar... kenapa manusia tidak bisa bersyukur atas alam ini??? kenapa harus dirusak keindahannya...???
ya... beribu pertanyaan muncul seketika...dan sebagian pun sudah terjawab...
Selesai observasi.. jam 7 malam kita berangkat menuju laut lepas... dimana jakarta terlihat indah dengan gemilau lampunya... yang tak akan menang dari gemilau kerlip berjuta-juta bintang dilangit. Semakin jauh dari daratan kerlip bintang semakin banyak dan bersinar... subhanallah satu kata yang slalu kusebut sepanjang malam itu, diiringi dengan suara ombak laut yang selalu terdengar tenang.
Ditengah perjalanan, tiba" mesin perahu kami berhenti..!! perahu berjalan mundur dan terbawa ombak yang besar... astagfirullah... sebuah kata yang seketika terucap... takut & panik.. bukan karena kematian, tapi karna rasa dosa ku lebih banyak daripada pahala yang pernah kudapat, lalu siapkah aku dengan hal ini?? perahu terhenti karna terkait jaring nelayan perahu yang lain, dengan sangat terpaksa jaring harus di potong untuk bisa melanjutkan perjalanan...serasa ada sebuah pembajakan, perahu kami di pegang oleh kru perahu nelayan lain karena jaring mereka yang sobek oleh kami dan kami harus menggantinya, kalau tidak, perahu kami tidak akan dilepaskan, setelah negoisasi panjang dan agar tidak terlalu lama di tengah laut, kami pun membayar sesuai yang mereka minta.
10.30 malam akhirnya kita terdampar di pulau Damar, pulau tak berpenghuni dan sangat sepi dengan hutan yang masih alami... kami tidur dipinggir pantai beratapkan berjuta bintang dilangit yang slalu menemani... saat itu seakan yang kuasa berkata "aku selalu bersamamu" sehingga tak ada rasa takut ataupun gusar ketika beristirahat di pulau itu. Ya.. aku percaya "innallah ma'ana..."
Sinar pagi begitu indah dan berseri siap menemani kami tuk berpetualang lagi melihat indahnya alam yang diciptakan Yang Maha Kuasa agar kita bisa selalu bersyukur atas segalanya, karna DIA slalu memberi apa yang tidak kita minta... dan DIA menciptakan semua dengan begitu sempurna... beratus kata terngiang di kepala ketika melihat alam yang begitu indah dari menara mercusuar yang masih tegak berdiri selama 129 tahun..semenjak th 1879. Yang Kuasa selalu menjaganya agar setiap orang yang datang dan melihat dari atas bisa bersyukur atas alam dan keindahan yang diciptakan.... Subhanallah....

Lalu kami menemukan gedung tua didalam hutan... yang sudah hancur dan sangat tua.. tapi masih memancarkan keindahan, keunikan, dan kelangkaan, it's so exotic... nilai seni yang amat tinggi dan tak pernah terkalahkan...ketika rumah dan pohon menyatu dengan akarnya... beribu pertanyaan muncul dikepala... dan tak pernah terjawab oleh siapapun... satu kata lagi yang kuucap... Subhanallah...

Waktu pun berlalu begitu cepatnya...dan kami harus kembali ke daratan. Seakan tak ingin pergi dari pulau yang indah itu... ketika ku meliat sekeliling knapa manusia tak bisa bersyukur atas keindahan yang diberikan ini??? sedih melihat sampah berserakan di pulau itu...
Perahu terus menuju daratan.... laut masih begitu indah, ombak memiliki corak yang unik dan bergelombang dengan begitu lembutnya... semakin mendekati jakarta, laut itu tak sebiru laut di sana... minyak limbah, sampah, air laut menyatu... dengan mata telanjang pun bisa terlihat perbedaan warna air laut di jakarta... sekelilinngnya kini sudah sangat tercemar... kenapa manusia tidak bisa bersyukur atas alam ini??? kenapa harus dirusak keindahannya...???
ya... beribu pertanyaan muncul seketika...dan sebagian pun sudah terjawab...











