Hari itu tiba-tiba saya di beri tugas untuk mengisi acara Recycle Day's di sebuah mall di Jakarta yaitu Atrium Plaza. Karena di Mall itu pula puluncuran dan pengenalan tentang film Wall-E diadakan. Seperti yang kita tau film itu mengisahkan tentang bagaimana sebuah robot kecil yang mengumpulkan sampah yang bertumpuk-tumpuk untuk bisa dipakai lagi, dimana ketika saat itu manusia dibumi sudah tidak ada lagi. Dikarenakan bumi sudah tidak layak lagi untuk di huni karena tumpukan sampah mengalahkan tingginya gedung-gedung pencakar langit.
Well..di tulisan ini mungkin tidak akan menceritakan secara detil isi film Wall-E itu, hanya saja hal itu mungkin saja dapat terjadi apabila manusia sudah mulai saling tidak peduli dengan keadaan alam ini dan ketika manusia tidak pernah merasa puas dengan segala kebutuhannya. Seperti yang di ungkapkan oleh Mahatma Gandhi "Alam ini mampu memenuhi segala kebutuhan manusia, tetapi alam ini tidak mampu memenuhi kerakusan manusia"
Seluruh sampah yang ada dibumi sebagian besar adalah hasil dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang tidak pernah habis, dan tidak pernah bisa merasa puas. Ketika bosan dengan barang yang dimilikinya, lalu begitu saja dibuangnya. Padahal barang-barang itu masih bisa digunakan lagi. Dan sebagian besar barang-barang yang langsung dibuang dan bertumpukan di tempat sampah itu biasanya berbahan dasar plastik yang sangat susah terurai. Apalagi dengan palstik-plastik hasil setelah kita berbelanja di mall, hanya barang kecil saja diberi plastik. Bayangkan seseorang yang setelah belanja ke mall sekali dia belanja membutuhkan minimal 3 kantong plastik, dalam satu hari didalam satu mall bisa beratus-ratus orang yang berbelanja dan tiap orang pasti keluar membawa kantong plastik, dan dalam seminggu berapa banyak plastik yang dikeluarkan oleh satu buah mall, sedangkan mall di jakarta ini terdapat banyak sekali.
Plastik-plastik itu sangat susah terurai, butuh kurang lebih seratus tahun untuk dapat terurai. Bila dibakar maka akan menambah polusi udara, dan bila dibiarkan didalam tanah, bahan kimianya pun dapat berpenagruh pada air didalam tanah, mungkin juga dapat berpengaruh pada tumbuhan-tumbuhan dimuka bumi ini, tidak menutup kemungkinan bumi ini sangat kering seperti dalam cerita Wall-E. Hal ekstrem yang saya bayangkan ketika ulat tidak dapat lagi memakan daun, dan tidak bisa menjadi kempompong hingga tidak dapat berubah menjadi kupu-kupu. Kepompongnya pun tidak bisa dipakai untuk membuat sebuah kain sutra, dan lain sebagainya, hingga akhirnya manusia akan kesulitan untuk membuat bahan untuk baju. Hingga manusia harus memakai plastik-plasti
k yang tidak dapat terurai itu. Bisa dibayangkan dimasa depan kelak sangat tidak nyaman dan gerah sekali ketika memakai baju-baju plastik walau baju plasti itu sangat bagus modelnalya.
Hal-hal itu lah yang menginspirasi saya untuk membuat Fashion Show, Recycle Dress yang bahan dasarnya terbuat dari bahan Plastik, kantong plastik lebih tepatnya. Kantong-kantong plastik yang saya pakai sebagian besar berasal dari rumahsaya sendiri, hasil yang didapatkan karena belanja di supermarket, dan beberapa plastik Trash Bag hitam, dan plastik-plastik lainnya. Butuh waktu 2 minggu untuk mengerjakan semuanya, karena deadline waktu yang diberikan pada saya.
Dibawah ini beberapa hasil kegiatan Fashion Show: Future Fashion on Plastic Dresses di Atrium Plaza.
Well..di tulisan ini mungkin tidak akan menceritakan secara detil isi film Wall-E itu, hanya saja hal itu mungkin saja dapat terjadi apabila manusia sudah mulai saling tidak peduli dengan keadaan alam ini dan ketika manusia tidak pernah merasa puas dengan segala kebutuhannya. Seperti yang di ungkapkan oleh Mahatma Gandhi "Alam ini mampu memenuhi segala kebutuhan manusia, tetapi alam ini tidak mampu memenuhi kerakusan manusia"
Seluruh sampah yang ada dibumi sebagian besar adalah hasil dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang tidak pernah habis, dan tidak pernah bisa merasa puas. Ketika bosan dengan barang yang dimilikinya, lalu begitu saja dibuangnya. Padahal barang-barang itu masih bisa digunakan lagi. Dan sebagian besar barang-barang yang langsung dibuang dan bertumpukan di tempat sampah itu biasanya berbahan dasar plastik yang sangat susah terurai. Apalagi dengan palstik-plastik hasil setelah kita berbelanja di mall, hanya barang kecil saja diberi plastik. Bayangkan seseorang yang setelah belanja ke mall sekali dia belanja membutuhkan minimal 3 kantong plastik, dalam satu hari didalam satu mall bisa beratus-ratus orang yang berbelanja dan tiap orang pasti keluar membawa kantong plastik, dan dalam seminggu berapa banyak plastik yang dikeluarkan oleh satu buah mall, sedangkan mall di jakarta ini terdapat banyak sekali.
Plastik-plastik itu sangat susah terurai, butuh kurang lebih seratus tahun untuk dapat terurai. Bila dibakar maka akan menambah polusi udara, dan bila dibiarkan didalam tanah, bahan kimianya pun dapat berpenagruh pada air didalam tanah, mungkin juga dapat berpengaruh pada tumbuhan-tumbuhan dimuka bumi ini, tidak menutup kemungkinan bumi ini sangat kering seperti dalam cerita Wall-E. Hal ekstrem yang saya bayangkan ketika ulat tidak dapat lagi memakan daun, dan tidak bisa menjadi kempompong hingga tidak dapat berubah menjadi kupu-kupu. Kepompongnya pun tidak bisa dipakai untuk membuat sebuah kain sutra, dan lain sebagainya, hingga akhirnya manusia akan kesulitan untuk membuat bahan untuk baju. Hingga manusia harus memakai plastik-plasti
k yang tidak dapat terurai itu. Bisa dibayangkan dimasa depan kelak sangat tidak nyaman dan gerah sekali ketika memakai baju-baju plastik walau baju plasti itu sangat bagus modelnalya.
Hal-hal itu lah yang menginspirasi saya untuk membuat Fashion Show, Recycle Dress yang bahan dasarnya terbuat dari bahan Plastik, kantong plastik lebih tepatnya. Kantong-kantong plastik yang saya pakai sebagian besar berasal dari rumahsaya sendiri, hasil yang didapatkan karena belanja di supermarket, dan beberapa plastik Trash Bag hitam, dan plastik-plastik lainnya. Butuh waktu 2 minggu untuk mengerjakan semuanya, karena deadline waktu yang diberikan pada saya.
Dibawah ini beberapa hasil kegiatan Fashion Show: Future Fashion on Plastic Dresses di Atrium Plaza.
Banyak sekali pertanyaan dari para pengunjung pada Saya ketika itu, dan saya senang untuk menjelaskannya...
Disini saya dan tim saya, yang sebagian besar adalah teman-teman kuliah dikampus dan secara sukarela mau menajdi model saya di catwalk. (thanks)
Design baju ini bertema "Rainbow", dari berbagai plastik yang berwarna-warni.
Baju ini bertema "Sweet Pink" yang kebetulan teman saya menyukai warna pink, baju ini lengkap dengan tas yang berhiaskan mawar plastik dari bahan yang sama.
Baju ini bertema "Black and White Layer", baju yang berbahan plastik putih dan hitam yang berlapis-lapis. Design baju ini salah satu yang terumit dalam pembuatannya.
Baju ini bertema "Curly Red and Silver", bahan dari kantong plastik merah, dan untuk plastik perak berasal dari plastik-plastik chiki, atau makanan ringan yang ada di balik atau yang didalam kemasannya.
Baju diatas bertema "Victorian Black and Green", ide ini saya dapatkan dari model-model baju jaman victoria dan untuk model yang berkerudung jadi terlihat lebih manis.
Baju ini bertema "Gothic Black and Red", terinspirasi dari kartun-kartun anime jepang.
Dan untuk baju saya sendiri, sebenarnya hanya model jubah transparant, yang tidak memakai banyak plastik jadi saya tidak terlalu gerah, karena ini model-model saya protes, tidak adil katanya... dan dibelakang saya patung Eve (Wall-E Couple). Salah satu tokoh di film Wall-E yang saya suka juga...
Baiklah, itu semua, acara Fashion Show di Atrium Mall dan Peluncuran film Wall-E di Indonesia dalam event Recycle Day'sMari jaga Bumi ini dari hal-hal yang terkecil tapi dampaknya akan sangat besar bagi alam ini..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar