Jumat, 13 April 2012

Hari yang penuh dengan ketakjuban...


Semalam selama perjalanan pulang, saya mengalami kejadian yang membuat saya takjub sekaligus heran. Hari itu saya mengawali kegiatan dengan berangkat kekampus untuk mengurus ijazah juga legalisir. Karena segala urusan di kampus baru selesai sore hari pada jam-jam padatnya lalu-lintas. Daripada saya terkena macetnya lalu-lintas lebih baik saya menunggu agak malam supaya tidak terkena imbas waktu padat di jalan. Akhirnya memutuskan untuk mampir kerumah sahabat didaerah pasar minggu untuk menjenguk bayinya yang baru lahir ke dunia ini. Setelah membelikan kado yg sederhana saya pun berangkat menuju rumah sahabat saya.

Sore itu saya benar-benar menghabiskan waktu dengan bayi mungil yg sangat lucu. Masih berwarna merah kulitnya..ukuran badan yang kecil.. gerakan yang masih lemah, tapi ketika menggenggam jari kelingking saya dengan jari-jarinya..genggamannya sangat kuat seperti ingin berkenalan dengan saya dari genggaman jemari kecilnya. Saya merasa takjub sekali..dalam hati "kamu nanti pasti jadi anak yang kuat, welcome to the world baby..". Setelah bayi kecil tidur, saya pun kembali menghabiskan waktu dengan sharing cerita bersama sahabat saya..Belum habis ketakjuban saya dengan si bayi mungil yang telah lahir ke dunia ini.. cerita proses persalinan yang diceritakan sahabat saya pun membuat saya lebih takjub lagi. Bagaimana memang wanita diberi perasaan juga jiwa yang kuat yang memang sudah dipersiapkan untuk mengandung, melahirkan dan merawat bayi kecil dengan penuh perasaan sebagai seorang ibu.

Karena hari semakin larut, dan cerita yang penuh gejolak itu pun harus diakhiri, walau masih banyak pertanyaan yang tersimpan dalam kepala saya. Perjalanan pulang dari arah pasar minggu menuju kuningan, di kepala saya masih terpikirkan tentang bayi kecil dan berbagai cerita yang lain. Ditengah pikiran saya itu, tiba-tiba motor yang saya kendarai oleng di tengah jalan, ada motor bapak-bapak dibelakang saya bilang "ban-nya kempes mbak". Akhirnya saya membawa motor saya kepinggir jalan dan menuntun motor hingga menemukan tukang tambal ban. Kata pemilik warung, tukang tambal ban terdekat di perempatan lampu merah di depan. Saya melihat lampu yg menyala merah itu sangat kecil dan terlihat lumayan jauh. Oke.. bismillah saya dorong motor hingga akhirnya sampai ke tukang tambal ban itu. Sampai disana ternyata sudah ada satu motor yang sedang dikerjakan oleh tukang tambal ban, milik seorang bapak yang sepertinya baru pulang dari bekerja. Sambil menunggu ban saya yang sedang diperiksa, saya sempat membuka obrolan hangat dengan bapak itu. Motor Bapak itu ban-nya kempes tidak jauh setelah si Bapak keluar dari kantornya, kemungkinan di daerah jalan yang sama dengan saya. Tanpa diawali dengan perkenalan nama, kami mengobrol ringan seputar kegiatan hari itu, hingga motor yang kempes dijalan. Tidak lama si abang tambal ban menyela, "neng pentil ban-nya copot nih", sebelumnya saya berkata dalam hati "haduh kalo ganti ban dalam uangnya gak cukup nih, tadi udah abis buat urusan di kampus", saya melihat sekeliling memandang kejauhan untuk mencari atm terdekat, tapi tidak terlihat. Akhirnya saya mencoba untuk bertanya, "Berapaan bang harga ban dalemnya?", si abang menjawab "40 ribu neng". Hmm.. ketika saya lihat isi dompet ternyata hanya tersisa 30 ribu, "Bang gak ada yang 25 ato 30 ribu gitu?", si abang langsung menjawab " ya gak ada lah neng..." dalam hati saya " oke.. brarti harus cari atm nih". Melihat gerakan saya yang mencoba mencari-cari, tiba-tiba si Bapak yang motornya juga di tambal ban-nya bertanya " emang kurang uang nya? kurang berapa?" dengan agak malu saya menjawab " hehe.. iya pak..kurang 10ribu..mungkin saya cari atm dulu", si bapak langsung menyodorkan uangnya " ini pake aja uang saya.." dengan terkejut saya menjawab "eh.. gak apa-apa pak.. nanti saya cari atm saja", si bapak menimpali " udah gak usah atm nya jauh gak ada yg dideket sini.. kamu pake aja ini" sambil memberikan uangnya. Saya masih merasa tidak enak, tapi saya juga berpikir benar juga cari atm dimana didekat sini? akhirnya saya terima uang dari bapak " ya udah pak.. ini.. makasih ya.. nanti saya ganti nya gimana nih pak?" si bapak dengan santai menjawab "udah.. gak apa-apa.. gak usah di ganti.. udah santai aja". Saya masih merasa heran dan terkejut, bapak ini baik sekali, dan si bapak memberikan uang 15 ribu ternyata, "wah.. pak makasih banyak yaa...tapi pak, ini kelebihan 5 ribu, saya kurangnya cuma 10ribu aja kok.." si bapak menjawab "udah itu buat kamu jaga-jaga aja nanti di jalan. Saya semakin bingung dan merasa takjub, bapak ini baik sekali ya..mau membantu dengan cuma-cuma, padahal kami baru bertemu dan sama sekali tidak mengnal satu sama lain.

Tidak lama, ban motor si bapak sudah selesai ditambal dan si bapak pun bersiap pergi, saya berkata "pak ini makasih banget ya paak.. saat itu si bapak sudah siap diatas motor dan sedang membayar si abang tambal ban. Saya melihat si bapak membayar dengan uang 50 ribu sambil memberi kode kepada si abang bapak itu pun menarik gas motornya pelan sambil berjalan pelan, si bapak berkata kepada saya "itu ban kamu sudah di bayar ya..saya pergi duluan.." sontak saya terkejut "tapi pak ini uang ban-nya sudah ada...", sambil pergi si bapak hanya berkata "sudaaah.. nggak apa-apa..sudah saya bayar ya.. saya duluaaan..."... saat itu saya hanya bisa berteriak "Makasiiih yaaa paaaak.... Bapak hati-hati di jalaaan...makaaasihhh..paaaak..." dan si bapak pun pergi berlalu begitu saja.

Masih dalam keadaan takjub pada si bapak yang saya tidak kenal, dan saya tidak tahu namanya, dalam hati saya "waaah.. bapak tadi baaaaik bangeeet... udah diawal di tombokin uang.. dibayarin juga ban dalem motornya.. ini Jakarta lho, yang katanya kota yang sangat kejam.. tapi....ternyata masih ada orang yang baik banget yaa..semoga banyak bapak yang seperti itu di jakarta ini.."

Untuk Bapak yang saya tidak tahu namanya..dan telah membantu saya dengan ikhlas.. semoga Bapak diberikan kemudahan dalam segala urusannya, di luaskan pintu rezeki nya... dan semoga selalu di beri perlindungan di manapun bapak berada...

terima kasih banyak....


terima kasih juga tuk semua ketakjuban yang saya alami hari itu...


terima kasih....terima kasih....terima kasih...

Tawuran...?? Udah Gak Jamaaan...!!!

Hari ini berangkat dengan hati tenang menuju kota. Seperti biasanya saya naik metromini jurusan ciledug-blok m. Ditengah perjalanan tepat di deretan sekolahan smp adik saya, ada smp 11, smp 19, dan smp 29, tiba-tiba metromini yang saya tumpangi berhenti mendadak. Sontak seluruh penumpang terkejut termasuk saya, dan ada sedikit rasa kesal kenapa pak supir berhenti sangat mendadak padahal jalanan didepan sangatlah legang tidak ada kemacetan. Kami menjadi semakin heran ketika metro yang kami naiki berjalan mundur bukan maju kedepan, jalanan kosong kok malah mundur? Bagaimana dengan mobil-mobil dibelakang yang sepertinya marah karena terdengar klakson yang mereka bunyikan. Tidak lama keheranan kami terjawab dengan keterkejutan dan ketakutan. Puluhan siswa berseragam putih abu-abu berlari kearah kami sambil membawa tongkat, bambu, batu diikuti dengan lemparan batu-batu besar dibelakangnya. Seluruh penumpang metro ketakutan mereka tidak tau harus bagaimana termasuk saya. Perempuan disamping saya tiba-tiba berdiri dan ingin keluar, perempuan lain bilang "jangan, jangan keluar bahaya nanti kelempar batu!!", yang lain lagi bilang "awas jangan dekat-dekat jendela nanti kena pecahan kaca!!", ada lagi yang meminta tolong "mas itu ditutup aja pintunya, jendela juga!!", dan juga ada yang ketakutan memohon "pak muter ajha pak.." yang pasti hal itu tidak mungkin karna jalan yang dilalui jalan satu arah dan dibelakang kami sudah penuh dengan mobil-mobil lainnya.
Ketegangan benar-benar memuncak ketika anak-anak sma itu sudah didekat metromini kami dan kelompok lain yang mengejarnya masih tetap melempari dengan batu. Pintu metro sudah ditutup, ada beberapa anak yang ingin naik ke metro yang kami naiki, penumpang semua ketakuan setengah mati. Salah satu penumpang teriak "jangan boleh naik!!" yang lain berkata "haduh ada yang bisa telp polisi gak?" dalam hati saya bertanya apakah bisa datang tepat pada waktunya? Berbagai pikiran terlintas di kepala.. Ya ampuun mereka tawuran tepat di depan jalan deretan 3 sekolah smp yang salah satunya smp adik saya. Berharap adik saya masih tenang mengerjakan ulangan matematikanya hari ini. Mereka anak-anak yang bercelana abu-abu itu benar-benar memberikan contoh yang buruk untuk adik-adik smp. Kenapa mereka melalukannya didepan sekolahan smp? Untuk di contoh kah? Sebuah kekerasan dan kebodohan masal untuk di contoh? Saat itu pukul 11 pagi yang jelas masih jam belajar, itukah contoh yang baik? Mereka meninggalkan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan di kelas hanya untuk sebuah kebodohan masal?
Saya juga khawatir bila ada anak smp yang tidak bersalah terlempar batu yang melayang sesukanya, atau ada penduduk lain yang terkena termasuk metro yang kami naiki.
Tidak lama, tawuran itu berhenti ternyata satpam 3 sekolah smp bersatu untuk melerai mereka dan metro kami dapat berjalan lagi. Kami bisa sedikit tenang karna anak-anak itu berlarian kesana-kemari dan tidak melanjutkan tawuran selama metromini kami lewat.
Saya melihat di seberang jalan kumpulan anak-anak yang berseragam putih abu-abu itu berjalan dengan sombongnya membusungkan dada dan mendongakkan kepala. Mereka pikir mereka keren? Mereka pikir mereka orang yang berani? Jawabannya adalah TIDAK SAMA SEKALI. Keren? Apanya yang keren? Hanya sebatas itukah prestasi mereka? Berani? Bisanya cuma keroyokan tawuran kok berani? Dan apa yang dilakukan itu sama sekali NGGAK PENTING. Mereka membuang energi mereka dengan melakukan hal yang bodoh dan sangat tidak penting. Jaman sekarang kekerasan itu sama sekali gak keren bahkan sangat kuno dan katro. Kalau mau dibilang keren bersainglah dengan prestasi yang baik bukan dengan tawuran. Tawuran gak akan menyelesaikan masalah, tapi hanya menambah masalah lainnya.

-Geram melihat anak muda yang salah menyalurkan energi mereka-

Di Balik Ketakutan itu..

Satu cerita tentang ketakuatan mama…


Beberapa hari yang yang lalu, ketika saya dan mama sedang asyik berbicara ringan, mama bercerita tentang keadaan dirinya yang akhir-akhir ini sering ketakutan dirumah ketika sendirian. Yang setahu saya, sebelum-sebelumnya mama tidak pernah hingga setakut itu, sehingga saya ingin menelusuri dibalik ketakuatan mama selama ini dirumah…


Mama bila sendiri dirumah dan bila sudah berada didalam kamar, maka tidak akan keluar kamar dan mencoba untuk menyibukan diri didalam kamar. Mengaji, atau terkadang membaca buku. Pernah suatu ketika mama sedang membaca buku Davinci Code, yang isinya sedikit ada misterinya, mama jadi ketakutan sendiri dan dibuang buku itu kebawah kasur, begitu pula dengan TV, yang sebagian besar acaranya atau pun beritanya membuat mama jadi takut sendiri. Tapi ternyata ketakutan itu bukan berasal dari ‘mahluk-mahluk’ asing dirumah ataupun berita dan cerita yang ada di dalam TV, sumber utama ketakutan itu dari rasa sepi dan kesendirian yang dialami mama…

Hingga saya benar-benar sadari bahwa mama memang sering sendiri dirumah, papa dan adik berangkat kekantor semenjak subuh, dan papa baru pulang malam, adik pun baru pulang sore, terkadang malam karena mengikuti kursus bahasa inggris. Kakak saya yang pertama berada dirumahnya sendiri yang lebih sering pulang malam, begitu pula dengan kakak saya yang kedua, yang kini sudah berkeluarga sendiri dan sangat sibuk dengan pekerjaannya kadang pulang hingga larut malam. Dan saya sendiri lebih sering tidak pulang karena kost di dekat kampus tempat saya kuliah, dan kalaupun pulang hanya sempat seminggu sekali atau dua kali, itu pun selalu pulang larut malam dan seluruh keluarga sudah tertidur pulas. Tapi suatu hari ketika saya berusaha untuk pulang lebih cepat dan tidak terlalu malam, karena ingin bertemu mama dan bercerita ringan, ternyata hari itu mama sudah tertidur pulas dan sangat lelap, raut wajahnya pun terlihat sangat letih. Dalam hati saya bertanya, wah tumben sekali mama jam segini sudah tidur lelap, karena saya lihat dapur,mama seperti ingin memasak sesuatu dengan berbagai bahan yang disiapkan, tapi ditinggal begitu saja. Keesokan harinya saya baru mendapatkan jawabannya…

Terkadang bila sendirian dirumah mama lebih suka berada di ruang tamu atau di dapur yang lebih dekat dengan lingkungan terluar. Suatu siang, ketika mama sendirian dirumah, untuk mengatasi rasa takutnya, mama mencoba untuk memasak bakwan. Setelah seluruh bahan bakwan disiapkan dan siap digoreng satu persatu, tiba-tiba mama merasa sangat takut. Untuk menghilangkan rasa takutnya, ketika mama ingin ke rumah tetangga, mama tidak enak bila mengganggu, menunggu anggota keluarga pulang pun masih lama sekali waktunya karena hari itu papa dan adik baru pulang malam, bagitu pula dengan saya dan kakak-kakak saya. Hingga akhirnya mama memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan atau mall terdekat di rumah dan di tinggalkannya begitu saja bahan-bahan makanan yang telah siap dimasak. Di dalam mall pun mama tidak banyak belanja, hanya berputar-putar mall hingga lelah untuk menghabiskan waktu hingga papa dan adik datang menjemput dan makan bersama diluar. Ketika sampai dirumah, mama pun merasa sangat letih dan lelah hingga langsung terlelap pulas…

Mendengar cerita mama, hati saya merasa sedih sekali… kenapa harus mall yang menemani mama ketika mama merasa takut dan mencoba tuk membuat dirinya tegar?? Dimana yang lainnya?? dimana saya?? Saya selalu menyesal tidak pernah bisa selalu ada disamping mama, ketika mama sedih, takut, dan sendiri, padahal saya juga tidak tahu bisa berapa lama lagi tuk bisa terus bersama mama… tetapi kebalikannya… mama selalu ada untuk saya..ketika saya senang, ketika saya sakit, ketika saya takut, ketika saya sendiri, ketika saya sedih..mama selalu ada menemani tuk memberi dukungan juga kekuatan…

Mama..maaf intan gak selalu bisa ada disamping mama ketika mama sendiri mengahadapi berbagai “ketakutan-ketakuatan” yang mama alami dan selalu berusaha tegar dan tabah menghadapi semua…


Selamat hari Ibu…tuk Mama tercinta…


Mama.. Ibu terhebat, terkuat, tersabar dan yang paling tegar dan tabah...

Semoga Mama selalu diberi kesehatan…umur yang panjang…ketabahan…kesabaran… …ketegaran… dan kekuatan…juga semoga selalu diberi kebaikan juga kebahagian di dunia dan akhirat…Amiiin…


Terimakasih untuk semua kasih sayang yang telah mama berikan….


Rabu, 22 Desember 2010


Your Daughter

-Dinda Intan Pramesti Putri-


"A Song For Mama"


You taught me everything

And everything you've given me

I always keep it inside

You're the driving force in my life, yeah

There isn't anything

Or anyone I can be

And it just wouldn't feel right

If I didn't have you by my side

You were there for me to love and care for me

When skies were grey

Whenever I was down

You were always there to comfort me

And no one else can be what you have been to me

You'll always be you always will be the woman

In my life for all times

Mama, mama you know I love you

Oh you know I love you

Mama, mama you're the queen of my heart

Your love is like

Tears from the stars

Mama, I just want you to know

Lovin' you is like food to my soul

You're always down for me

Have always been around for me even when I was bad

You showed me right from my wrong

Yes you did

And you took up for me

When everyone was downin' me

You always did understand

You gave me strength to go on

There was so many times

Looking back when I was so afraid

And then you come to me

And say to me I can face anything

And no one else can do

What you have done for me

You'll always be

You will always be the woman in my life



thanks for everything mom... luv ya so much...







Rabu, 22 Desember 2010


Asli...

Cerita ini hanya untuk sedikit intermezzo..

Sebuah cerita dari keluarga saya sendiri..

Di suatu malam, adik saya berkeluh kesah perihal sepatu nya yang sedikit terbuka. Sambil memperlihatkan sepatu sket hitamnya yang berlambang air dengan tulisan "nike" nya, dia berkata : "papa..mama..lihat niy..sepatunya rusak.. Kata temen-temen ku sepatu ku abalan.." Dengan berwajah masam sambil menunjukkan sepatunya, yang menurut saya ya wajar sudah agak rusak karena sangat sering dipakainya kesekolah dan umur sepatu itu juga sudah lama.

Mama: "abalan gimana sih maksudnya?"

Adik: " iyaa..sepatu yang gampang rusak gitu..soalnya gak ori ma..gak asli sepatunya..gitu kata temen-temen.."

Dalam hati saya..wah mulai lagi ni..dia terpengaruh teman-teman sebayanya. Apalagi anak smp seumuran dia memang mudah sekali terrpengaruh dengan omongan-omongan temannya, ditambah dengan rasa gengsi yang biasa dimiliki anak remaja pada umumnya.

Mama yang menjadi prihatin dengan omongan temannya bertanya lagi: "trus temen-temen kamu ngomong apa lagi?"

Adik: "ya..pada nanya, emang lo beli dimana tu sepatu?.. Aku jawab, di tanah abang, eh diketawain sama temen-temen ku..."

Mama: "kenapa bilangnya di tanah abang??gak di senayan,atau pasaraya, atau dimana gitu?", mungkin mama jadi sedikit sedih karna adik saya ditertawakan temannya.

Adik: "ya..gimana?? Pokoknya aku mau sepatu Nike yang asli..beliin yang asli ya pa..yang ori pa.." Kata adik saya sambil merengek-rengek pada papa.

Tapi papa hanya tersenyum-senyum saja sambil menjawab: "lho.. Ya gak apa-apa kan sepatu nya gak asli, yang penting kan kakinya yang asli..."

Spontan saya dan mama pun tertawa terbahak-bahak, dan adik saya pun tersenyum walau masih dengan mukanya yang manyun..hahahaa.. :D

Memang bukan berarti papa gak mampu membelikan sepatu yang asli bermerek atau original (sebutan ori untuk bahasa gaulnya). Tapi terkadang memang sebenarnya kita bingung dengan kebutuhan akan keaslian itu sendiri.

Yuk..bersyukur dengan apa adanya yang sudah kita miliki, sebelum semua terlambat dan hanya bisa menyesal dikemudian hari.

Sepatu asli memang bisa dibeli, tapi kaki asli, tidak akan bisa dibeli ataupun dibuat lagi...

cheers..\(•ˆ⌣ˆ•)/

-Dinda Intan-

27 Nov 2010

Cerita di Hari Minggu

Ada apa di hari minggu?? Hari minggu kali ini sangat berbeda dengan hari-hari minggu yang biasa saya jalani. Meski setiap minggu saya selalu mendapat pengalaman yang berbeda, tapi kali ini benar-benar pengalaman yang membuat saya merenung dan terpana..sampai saya pun memutuskan untuk menuliskannya. Bisa dibilang ini notes pertama saya di fb ini. Karna jujur saja saya jarang ingin menulis dan memperlihatkan pengalaman-pengalaman kehidupan ini. Tapi atas saran sahabat...saya pun menulis ini dari sudut pandang saya dan dengan cara saya bercerita...

Setiap hari minggu saya berlatih bermain cello bersama teman-teman di sebuah taman yang terletak di Ring 1 di pusat kota. Setiap minggu memang taman ini selalu ramai dengan orang-orang dari berbagai kalangan dan berbagai usia...dari yang berlatih musik klasik, melukis, menggambar, hunting fotografi, berjualan, berkumpul ataupun hanya ingin berjalan-jalan mencari kesegaran rindangnya ruang terbuka hijau di tengah kota..

Sore itu suasana di taman sangat ramai. Banyak anak kecil juga yang berlarian kesana-kemari, bercanda riang dengan orangtuanya, anak-anak kecil dengan pakaian yang lucu dan menggemaskan, yang menurut saya hal itu sudah lumrah bila berada di tamannya Ring 1 di pusat kota ini, jadi ya tidak ada yang aneh. Tapi ditengah latihan cello saya...ada anak kecil,laki-laki, kisaran umur satu tahun..yang dapat mencuri perhatian saya, hingga saya menghentikan latihan saya sejenak. Anak itu tidak berpakaian bagus, labih terlihat kumal sehingga mengurangi kesan menggemaskan walaubagaimanapun anak itu tetap lucu bagi saya dengan muka polos khas anak kecil.. Pandangan saya pun terus tertuju pada anak itu... Dia berlari kesana kemari diatas luasnya rerumputan hijau dengan sangaat riang sambil menarik sebuah karung putih milik ayahnya, seakan karung itu mainan mobil-mobilan yang berharga baginya. Sang ayah pun hanya tersenyum melihat dari jauh menyaksikan kesenangan anaknya itu, sambil bersabar untuk sementara tidak bisa mengambil botol-botol plastik bekas yang berserakan dimana-mana di taman yang dibuang begitu saja oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang ikut meramaikan suasana taman.

Dalam hati saya...waaah anak itu..masa kecil yang bahagiaa...riang, tertawa lepas, berlari-lari dengan ringan dan lincahnya. Moment yang bagus sekali untuk diabadikan dalam bingkai foto, anak yang merasa sangat bahagia dengan 'mainannya' itu. Tapi sayang, para fotografer yang membawa kamera-kamera mahal dengan lensa terbaik saat itu tidak ada yang melihat moment itu. Saya pun memutuskan untuk mengabadikannya dengan kamera di handphone saya..tepat ketika saya ingin mengambil gambar ketika anak itu berlari ke ayahnya..ketika dia bercanda tawa dengan sang ayah, tiba-tiba anak itu berlari kearah saya..saya pun terkejut, tapi ternyata anak itu berlari pada tukang penjual balon yang ada didepan saya. Anak itu tertawa-tawa sambil menunjuk-nunjuk balon-balon yang berwarna-warni itu. Balon itu termasuk balon yang bagus, besar, bergagang plastik, sehingga mudah untuk dipegang dan dibawa kemana-mana untuk anak-anak.

Tidak lama anak itu tertawa girang setelah melihat balon, dia berlari dengan cepat sambil tertawa menuju ayahnya. Lalu, sambil tertawa pula ia menunjukkan balon itu pada ayahnya.. Dan ia berlari lagi menuju tukang balon itu. Sang ayah yang mencoba memahami anaknya yang belum bisa berbicara lancar itu, tersenyum sambil mengatakan "oh..itu baloon".

Saya dalam hati ingin sekali membelikan balon itu untuk anak kecil itu. Rasanya ingin sekali membuat anak itu bertambah bahagia. Karna sempat terlintas dalam pikiran, apa iya ayah anak itu mau membelikan balon itu? Membelikan makanan sebagai hal yang pokok saja sepertinya sangat susah payah. Akhirnya saya putuskan untuk mendekat dan ingin menawarkan diri untuk membelikan balon itu untuk si anak, tepat ketika sang ayah menanyakan harga balon itu. Tapi saat itu juga keinginan besar saya langsung terpatahkan ketika si penjual balon memberikan balon itu dengan cuma-cuma. walau sedikit tidak rela, tapi dalam hati saya, waah ternyata baik sekali abang penjual balon itu, barang dagangannya diberikan begitu saja, padahal dia pun hanya mendapatkan pemasukan dari berjualan balon saja. Jujur saya terkejut, memang tidak ada yang bisa menduga isi hati orang, dan ternyata masih ada orang baik dimanapun disekitar kita, bila memang kita tulus apa-adanya...

Saya merasa ikut bahagia melihat anak kecil itu tertawa lepas sangat bahagia, dan wajah sang ayah yang juga ikut bahagia melihat anaknya tertawa riang. Setelah berterima kasih, sang ayah yang membawa karung putih itu berjalan bergandengan dengan si anak yang terus tersenyum, berceloteh dan tertawa sambil memegang erat balon ungu ditangannya seakan tak ingin dilepasnya dan ingin terus dijaga... Hhmmm masa kecil yang bahagiaa...

Akhirnya saya melanjutkan latihan saya, tapi tiba-tiba saya terkejut karna ada suara balon yang pecah, seketika saya lansung menoleh pada anak kecil yang bersama sang ayah, dan anak itu saya lihat masih memegang batang balon itu dengan eratnya sambil terus berceloteh dan tertawa riang. Saya pun merasa tenang kembali. Dan ternyata suara balon pecah itu dari anak kecil lain yang lucu, juga baru membeli balon yang sama, tetapi dipecahkannya balon itu begitu saja karna terkena duri direrumputan, sambil melihat ke arah kedua orangtuanya, mungkin takut dimarahi atau ingin melihat perhatian apa yang akan diberikan. Ternyata ketika dilihat, ayahnya sedang sibuk berbicara dengan handphone ditangannya, dan ibunya sedang asyik ngobrol dengan ibu-ibu yang lain. Merasa dirinya aman, dan melihat tidak ada reaksi apa-apa dari kedua orang tuanya, setelah itu ditinggalkannya pecahan balon itu sambill berlari-lari..



hanya sempat mengambil moment ini



-Intan-

14 Nov 2010

Minggu, 08 April 2012

I'm back after 5 years ago I left..


Setelah 5 tahun berlalu...Blog ini mengalami vakum yang cukup lama. Tanpa terasa waktu berlalu dan banyak hal yang sudah berlalu. Dulu Saya membuat blog ini ketika pertama masuk dunia perkuliahan. Kini masa-masa itu sudah berlalu Saya sudah Lulus dan kini akan memulai masa transisi setelah masa perkuliahan.
Setelah ini kemungkinan akan banyak cerita yang akan saya ungkapkan dalam blog ini. Semua yang pernah saya rasakan dalam jiwa saya, pernah berlalu, atau mungkin takkan pernah terlupakan. Karna Saya sangat menghargai sebuah moment apapun itu bentuk dan rasanya. Setiap Moment sangatlah berharga baik itu moment yang menyenangkan, menyedihkan, menegangkan, mendebarkan, menenangkan..apapun.. semua takkan terlupakan.

Karena Moment adalah sesuatu yang sangat penting... dan takkan pernah bisa terulang..



Senin, 25 Agustus 2008

i'm castaway..!!!

it's on 23-24 0f august 2008

aku terdampar...!!!!

it's my new and exiting experience...

Sebelumnya aku & teman" Sahabat Walhi observasi di Marunda di teluk jakarta.. banyak ilmu yang didapat dari sana... ilmu yang tidak pernah bisa di dapat di bangku sekolah manapun... salah satu wise word yang aku dapat dari salah satu nelayan disana adalah "jadikan tontonan sebuah tuntunan" dimana kita harus slalu bijak ketika melihat setiap hal yang ada di muka bumi ini dan carilah hikmah dari hal tersebut.... (hingga suatu saat nanti aku mungkin akan mendapatkan kata-kata ini lagi..)...

Selesai observasi.. jam 7 malam kita berangkat menuju laut lepas... dimana jakarta terlihat indah dengan gemilau lampunya... yang tak akan menang dari gemilau kerlip berjuta-juta bintang dilangit. Semakin jauh dari daratan kerlip bintang semakin banyak dan bersinar... subhanallah satu kata yang slalu kusebut sepanjang malam itu, diiringi dengan suara ombak laut yang selalu terdengar tenang.

Ditengah perjalanan, tiba" mesin perahu kami berhenti..!! perahu berjalan mundur dan terbawa ombak yang besar... astagfirullah... sebuah kata yang seketika terucap... takut & panik.. bukan karena kematian, tapi karna rasa dosa ku lebih banyak daripada pahala yang pernah kudapat, lalu siapkah aku dengan hal ini?? perahu terhenti karna terkait jaring nelayan perahu yang lain, dengan sangat terpaksa jaring harus di potong untuk bisa melanjutkan perjalanan...serasa ada sebuah pembajakan, perahu kami di pegang oleh kru perahu nelayan lain karena jaring mereka yang sobek oleh kami dan kami harus menggantinya, kalau tidak, perahu kami tidak akan dilepaskan, setelah negoisasi panjang dan agar tidak terlalu lama di tengah laut, kami pun membayar sesuai yang mereka minta.

10.30 malam akhirnya kita terdampar di pulau Damar, pulau tak berpenghuni dan sangat sepi dengan hutan yang masih alami... kami tidur dipinggir pantai beratapkan berjuta bintang dilangit yang slalu menemani... saat itu seakan yang kuasa berkata "aku selalu bersamamu" sehingga tak ada rasa takut ataupun gusar ketika beristirahat di pulau itu. Ya.. aku percaya "innallah ma'ana..."

Sinar pagi begitu indah dan berseri siap menemani kami tuk berpetualang lagi melihat indahnya alam yang diciptakan Yang Maha Kuasa agar kita bisa selalu bersyukur atas segalanya, karna DIA slalu memberi apa yang tidak kita minta... dan DIA menciptakan semua dengan begitu sempurna... beratus kata terngiang di kepala ketika melihat alam yang begitu indah dari menara mercusuar yang masih tegak berdiri selama 129 tahun..semenjak th 1879. Yang Kuasa selalu menjaganya agar setiap orang yang datang dan melihat dari atas bisa bersyukur atas alam dan keindahan yang diciptakan.... Subhanallah....



Lalu kami menemukan gedung tua didalam hutan... yang sudah hancur dan sangat tua.. tapi masih memancarkan keindahan, keunikan, dan kelangkaan, it's so exotic... nilai seni yang amat tinggi dan tak pernah terkalahkan...ketika rumah dan pohon menyatu dengan akarnya... beribu pertanyaan muncul dikepala... dan tak pernah terjawab oleh siapapun... satu kata lagi yang kuucap... Subhanallah...



Waktu pun berlalu begitu cepatnya...dan kami harus kembali ke daratan. Seakan tak ingin pergi dari pulau yang indah itu... ketika ku meliat sekeliling knapa manusia tak bisa bersyukur atas keindahan yang diberikan ini??? sedih melihat sampah berserakan di pulau itu...

Perahu terus menuju daratan.... laut masih begitu indah, ombak memiliki corak yang unik dan bergelombang dengan begitu lembutnya... semakin mendekati jakarta, laut itu tak sebiru laut di sana... minyak limbah, sampah, air laut menyatu... dengan mata telanjang pun bisa terlihat perbedaan warna air laut di jakarta... sekelilinngnya kini sudah sangat tercemar... kenapa manusia tidak bisa bersyukur atas alam ini??? kenapa harus dirusak keindahannya...???
ya... beribu pertanyaan muncul seketika...dan sebagian pun sudah terjawab...