Ada apa di hari minggu?? Hari minggu kali ini sangat berbeda dengan hari-hari minggu yang biasa saya jalani. Meski setiap minggu saya selalu mendapat pengalaman yang berbeda, tapi kali ini benar-benar pengalaman yang membuat saya merenung dan terpana..sampai saya pun memutuskan untuk menuliskannya. Bisa dibilang ini notes pertama saya di fb ini. Karna jujur saja saya jarang ingin menulis dan memperlihatkan pengalaman-pengalaman kehidupan ini. Tapi atas saran sahabat...saya pun menulis ini dari sudut pandang saya dan dengan cara saya bercerita...
Setiap hari minggu saya berlatih bermain cello bersama teman-teman di sebuah taman yang terletak di Ring 1 di pusat kota. Setiap minggu memang taman ini selalu ramai dengan orang-orang dari berbagai kalangan dan berbagai usia...dari yang berlatih musik klasik, melukis, menggambar, hunting fotografi, berjualan, berkumpul ataupun hanya ingin berjalan-jalan mencari kesegaran rindangnya ruang terbuka hijau di tengah kota..
Sore itu suasana di taman sangat ramai. Banyak anak kecil juga yang berlarian kesana-kemari, bercanda riang dengan orangtuanya, anak-anak kecil dengan pakaian yang lucu dan menggemaskan, yang menurut saya hal itu sudah lumrah bila berada di tamannya Ring 1 di pusat kota ini, jadi ya tidak ada yang aneh. Tapi ditengah latihan cello saya...ada anak kecil,laki-laki, kisaran umur satu tahun..yang dapat mencuri perhatian saya, hingga saya menghentikan latihan saya sejenak. Anak itu tidak berpakaian bagus, labih terlihat kumal sehingga mengurangi kesan menggemaskan walaubagaimanapun anak itu tetap lucu bagi saya dengan muka polos khas anak kecil.. Pandangan saya pun terus tertuju pada anak itu... Dia berlari kesana kemari diatas luasnya rerumputan hijau dengan sangaat riang sambil menarik sebuah karung putih milik ayahnya, seakan karung itu mainan mobil-mobilan yang berharga baginya. Sang ayah pun hanya tersenyum melihat dari jauh menyaksikan kesenangan anaknya itu, sambil bersabar untuk sementara tidak bisa mengambil botol-botol plastik bekas yang berserakan dimana-mana di taman yang dibuang begitu saja oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang ikut meramaikan suasana taman.
Dalam hati saya...waaah anak itu..masa kecil yang bahagiaa...riang, tertawa lepas, berlari-lari dengan ringan dan lincahnya. Moment yang bagus sekali untuk diabadikan dalam bingkai foto, anak yang merasa sangat bahagia dengan 'mainannya' itu. Tapi sayang, para fotografer yang membawa kamera-kamera mahal dengan lensa terbaik saat itu tidak ada yang melihat moment itu. Saya pun memutuskan untuk mengabadikannya dengan kamera di handphone saya..tepat ketika saya ingin mengambil gambar ketika anak itu berlari ke ayahnya..ketika dia bercanda tawa dengan sang ayah, tiba-tiba anak itu berlari kearah saya..saya pun terkejut, tapi ternyata anak itu berlari pada tukang penjual balon yang ada didepan saya. Anak itu tertawa-tawa sambil menunjuk-nunjuk balon-balon yang berwarna-warni itu. Balon itu termasuk balon yang bagus, besar, bergagang plastik, sehingga mudah untuk dipegang dan dibawa kemana-mana untuk anak-anak.
Tidak lama anak itu tertawa girang setelah melihat balon, dia berlari dengan cepat sambil tertawa menuju ayahnya. Lalu, sambil tertawa pula ia menunjukkan balon itu pada ayahnya.. Dan ia berlari lagi menuju tukang balon itu. Sang ayah yang mencoba memahami anaknya yang belum bisa berbicara lancar itu, tersenyum sambil mengatakan "oh..itu baloon".
Saya dalam hati ingin sekali membelikan balon itu untuk anak kecil itu. Rasanya ingin sekali membuat anak itu bertambah bahagia. Karna sempat terlintas dalam pikiran, apa iya ayah anak itu mau membelikan balon itu? Membelikan makanan sebagai hal yang pokok saja sepertinya sangat susah payah. Akhirnya saya putuskan untuk mendekat dan ingin menawarkan diri untuk membelikan balon itu untuk si anak, tepat ketika sang ayah menanyakan harga balon itu. Tapi saat itu juga keinginan besar saya langsung terpatahkan ketika si penjual balon memberikan balon itu dengan cuma-cuma. walau sedikit tidak rela, tapi dalam hati saya, waah ternyata baik sekali abang penjual balon itu, barang dagangannya diberikan begitu saja, padahal dia pun hanya mendapatkan pemasukan dari berjualan balon saja. Jujur saya terkejut, memang tidak ada yang bisa menduga isi hati orang, dan ternyata masih ada orang baik dimanapun disekitar kita, bila memang kita tulus apa-adanya...
Saya merasa ikut bahagia melihat anak kecil itu tertawa lepas sangat bahagia, dan wajah sang ayah yang juga ikut bahagia melihat anaknya tertawa riang. Setelah berterima kasih, sang ayah yang membawa karung putih itu berjalan bergandengan dengan si anak yang terus tersenyum, berceloteh dan tertawa sambil memegang erat balon ungu ditangannya seakan tak ingin dilepasnya dan ingin terus dijaga... Hhmmm masa kecil yang bahagiaa...
Akhirnya saya melanjutkan latihan saya, tapi tiba-tiba saya terkejut karna ada suara balon yang pecah, seketika saya lansung menoleh pada anak kecil yang bersama sang ayah, dan anak itu saya lihat masih memegang batang balon itu dengan eratnya sambil terus berceloteh dan tertawa riang. Saya pun merasa tenang kembali. Dan ternyata suara balon pecah itu dari anak kecil lain yang lucu, juga baru membeli balon yang sama, tetapi dipecahkannya balon itu begitu saja karna terkena duri direrumputan, sambil melihat ke arah kedua orangtuanya, mungkin takut dimarahi atau ingin melihat perhatian apa yang akan diberikan. Ternyata ketika dilihat, ayahnya sedang sibuk berbicara dengan handphone ditangannya, dan ibunya sedang asyik ngobrol dengan ibu-ibu yang lain. Merasa dirinya aman, dan melihat tidak ada reaksi apa-apa dari kedua orang tuanya, setelah itu ditinggalkannya pecahan balon itu sambill berlari-lari..

-Intan-
14 Nov 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar