Jumat, 13 April 2012

Tawuran...?? Udah Gak Jamaaan...!!!

Hari ini berangkat dengan hati tenang menuju kota. Seperti biasanya saya naik metromini jurusan ciledug-blok m. Ditengah perjalanan tepat di deretan sekolahan smp adik saya, ada smp 11, smp 19, dan smp 29, tiba-tiba metromini yang saya tumpangi berhenti mendadak. Sontak seluruh penumpang terkejut termasuk saya, dan ada sedikit rasa kesal kenapa pak supir berhenti sangat mendadak padahal jalanan didepan sangatlah legang tidak ada kemacetan. Kami menjadi semakin heran ketika metro yang kami naiki berjalan mundur bukan maju kedepan, jalanan kosong kok malah mundur? Bagaimana dengan mobil-mobil dibelakang yang sepertinya marah karena terdengar klakson yang mereka bunyikan. Tidak lama keheranan kami terjawab dengan keterkejutan dan ketakutan. Puluhan siswa berseragam putih abu-abu berlari kearah kami sambil membawa tongkat, bambu, batu diikuti dengan lemparan batu-batu besar dibelakangnya. Seluruh penumpang metro ketakutan mereka tidak tau harus bagaimana termasuk saya. Perempuan disamping saya tiba-tiba berdiri dan ingin keluar, perempuan lain bilang "jangan, jangan keluar bahaya nanti kelempar batu!!", yang lain lagi bilang "awas jangan dekat-dekat jendela nanti kena pecahan kaca!!", ada lagi yang meminta tolong "mas itu ditutup aja pintunya, jendela juga!!", dan juga ada yang ketakutan memohon "pak muter ajha pak.." yang pasti hal itu tidak mungkin karna jalan yang dilalui jalan satu arah dan dibelakang kami sudah penuh dengan mobil-mobil lainnya.
Ketegangan benar-benar memuncak ketika anak-anak sma itu sudah didekat metromini kami dan kelompok lain yang mengejarnya masih tetap melempari dengan batu. Pintu metro sudah ditutup, ada beberapa anak yang ingin naik ke metro yang kami naiki, penumpang semua ketakuan setengah mati. Salah satu penumpang teriak "jangan boleh naik!!" yang lain berkata "haduh ada yang bisa telp polisi gak?" dalam hati saya bertanya apakah bisa datang tepat pada waktunya? Berbagai pikiran terlintas di kepala.. Ya ampuun mereka tawuran tepat di depan jalan deretan 3 sekolah smp yang salah satunya smp adik saya. Berharap adik saya masih tenang mengerjakan ulangan matematikanya hari ini. Mereka anak-anak yang bercelana abu-abu itu benar-benar memberikan contoh yang buruk untuk adik-adik smp. Kenapa mereka melalukannya didepan sekolahan smp? Untuk di contoh kah? Sebuah kekerasan dan kebodohan masal untuk di contoh? Saat itu pukul 11 pagi yang jelas masih jam belajar, itukah contoh yang baik? Mereka meninggalkan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan di kelas hanya untuk sebuah kebodohan masal?
Saya juga khawatir bila ada anak smp yang tidak bersalah terlempar batu yang melayang sesukanya, atau ada penduduk lain yang terkena termasuk metro yang kami naiki.
Tidak lama, tawuran itu berhenti ternyata satpam 3 sekolah smp bersatu untuk melerai mereka dan metro kami dapat berjalan lagi. Kami bisa sedikit tenang karna anak-anak itu berlarian kesana-kemari dan tidak melanjutkan tawuran selama metromini kami lewat.
Saya melihat di seberang jalan kumpulan anak-anak yang berseragam putih abu-abu itu berjalan dengan sombongnya membusungkan dada dan mendongakkan kepala. Mereka pikir mereka keren? Mereka pikir mereka orang yang berani? Jawabannya adalah TIDAK SAMA SEKALI. Keren? Apanya yang keren? Hanya sebatas itukah prestasi mereka? Berani? Bisanya cuma keroyokan tawuran kok berani? Dan apa yang dilakukan itu sama sekali NGGAK PENTING. Mereka membuang energi mereka dengan melakukan hal yang bodoh dan sangat tidak penting. Jaman sekarang kekerasan itu sama sekali gak keren bahkan sangat kuno dan katro. Kalau mau dibilang keren bersainglah dengan prestasi yang baik bukan dengan tawuran. Tawuran gak akan menyelesaikan masalah, tapi hanya menambah masalah lainnya.

-Geram melihat anak muda yang salah menyalurkan energi mereka-

Tidak ada komentar: